• Home
  • News
  • Dinilai Tak Bersalah, Anwar Tanuhadi Harus Bebas !

PN Medan

Dinilai Tak Bersalah, Anwar Tanuhadi Harus Bebas !

Administrator Selasa, 22 Juni 2021 20:52 WIB
KETIKERS.COM -  Majelis hakim yang diketuai Murni SH diminta untuk membebaskan Anwar Tanuhadi dari segala dakwaan dan tuntutan pidana dikarenakan tak terbukti bersalah melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan.

Hal tersebut disampaikan Tim Penasehat Hukum (PH) dari terdakwa Anwar Tanuhadi yakni Dr.H. KRH Henry Yosodiningrat, SH. MH bersama Dr. H.Radhitya Yosodiningrat, SH. MH, Dr. S. Ragahdo Yosodiningrat, SH. LLM dan Abdul Karim SH serta Fajar Dwi Nugroho, SH yang tergabung dalam Law Firm Henry Yosodiningrat.

Penegasan ini disampaikan didalam ruang sidang Cakra 4 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin ( 21/06/2021) dalam agenda sidang pembacaan Nota Pembelaan (Pledoi) Anwar Tanuhadi dihadapan majelis hakim dan JPU Candra Priono Naibaho serta dihadiri  Anwar Tanuhadi secara Virtual.

Dalam pledoinya, Tim PH menyatakan tak terbantahkan kalau Octoduti dan Albert yang meminjam uang senilai Rp, 4 Miliyar dari Joni Halim. Dengan iming- iming atau janji Octoduti dan Albert mengembalikan uang menjadi Rp, 6 Miliyar.

Terungkap bahwa syarat uang tersebut diberikan supaya dibuatkan PPJB terlebih dahulu antara Dadang Sudirman dengan Octoduti. Selanjutnya Octoduti memberikan uang Rp, 4 Miliyar tersebut kepada Dadang Sudirman dan Diah Respati ( Petty) di Jakarta.

Sementara nama Terdakwa Anwar Tanuhadi diketahui muncul ketika dimintai tolong oleh Diah dan Budianto untuk membantu meminjamkan uang dengan menyerahkan sertifikat PT. Cikarang Indah yang diakui Diah Respati milik keluarganya untuk membayarkan hutang kepada Octo dan Albert.

Setelah Diah Respati ( pety) menyerahkan SHGB PT. Cikarang Indah kepada terdakwa Anwar Tanuhadi. Sebab sebelumnya kata Diah kepada Octo dan Albert,bahwa kenal dengan bos besar, memiliki plapon besar di bank. Jadi bisa membantu pencairan. Namun setelah di cek SHGB tersebut ternyata bukan milik Diah dan keluarganya ataupun Dadang Sudirman.

Hasil pengecekan diketahui bahwa SHGB tersebut milik PT. Cikarang Indah adalah Budiman Suriato. Selanjutnya terdakwa mengembalikan sertifikat tersebut kepada pemiliknya melalui Antoni selaku Kuasa dari Budiman Suriato.
 
Karena dikembalikannya SHGB PT. Cikarang Indah kepada pemilik yang sah oleh terdakwa Anwar Tanuhadi, Octoduti dan Albert marah- marah dan uang Joni Halim belum terbayar senilai Rp4 Milyar yang dijanjikan Octoduti dan Albert akan dikembalikan jadi Rp, 6 Miliyar. Selanjutnya Korban Joni Halim membuat laporan ke Polsek Medan Timur, terhadap terdakwa Anwar Tanuhadi dengan tuduhan melakukan Penipuan dan Penggelapan sekitar tanggal 03 Oktober 2019.

Sehingga pada Senin, ( 14/06/2021) kemarin terdakwa Anwar Tanuhadi dituntut pidana oleh JPU Candra Priono Naibaho dari Kejari Medan dengan pidana 3 tahun 8 bulan penjara diruang sidang Cakra4 PN Medan.

Dikatakan Tim Penasehat Hukum Anwar Tanuhadi dalam nota pembelaan bahwa terdakwa ditangkap di Jakarta Selatan, secara paksa dari rumahnya. Terdakwa dan keluarga sempat tertipu, katanya mau dibawa ke Polsek Blok A. Ternyata dibawa ke Polres Jakarta Pusat dengan tangan diborgol. Lalu di jebloskan ke penjara.

Besok harinya dibawa  ke Medan menggunakan Batik Air. Sesampainya di Medan langsung dibawa ke Polsek Medan Timur. Di Polsek Medan Timur, seseorang mengaku Pengacaranya Joni Halim yang sudah berada diruangan juru periksa. Selama tiga hari di Polsek Medan Timur, Anwar mendapat tekanan secara fisik dan phisikis,

Bahkan Pihak yang mengaku pengacara Joni Halim tersebut juga ikut mengintimidasi serta ada tekanan dari oknum polisi yang ada disana agar terdakwa membayar hutang Rp, 5.000.000.000. ( Lima Miliyar rupiah)kepada Joni Halim. 

Karena  memiliki riwayat penyakit jantung koroner dan tak tahan dengan perlakuan mereka, terdakwa menghubungi keluarga meminta mentransferkan uang Rp2,5 milyar ke rekening orang yang bernama Rudi sesuai arahan pengacara Joni Halim.

Kemudian 2,5 Miliyar lagi dilakukan pembayaran memakai cek sebanyak tiga lembar. Kemudian pihak kepolisian mengeluarkan surat pelepasan terhadap terdakwa Anwar dinyatakan tak bersalah karena tidak cukup unsur. Ketika diberikan kepada terdakwa surat pelepasan. Namun diambil kembali oleh oknum penyidik Polsek Medan Timur. Karena belum membayar lunas sehingga surat yang menyatakan dirinya tak bersalah ditarik kembali dan  menggantikan dengan surat penangguhan.

Setelah terdakwa Anwar tiba di Jakarta, terdakwa langsung berkonsultasi dengan pengacara yang saat ini mendampinginya dalam persidangan. Setelah berkonsultasi maka cek-cek tersebut dibatalkan dan atas penangkapan dirinya, Anwar melaporkan pihak penyidik Polsek Medan Timur ke Propam Polda Sumut.

Dasar pengaduan penangkapan tersebut tentang prosedur penangkapan hingga intimidasi membayar hutang senilai Rp, 5 miliyar. Karena terdakwa tidak pernah berhubungan sama sekali dengan Joni Halim, Octo dan Albert.

Untuk diketahui, Budiman Suriato sebagai Direktur PT Cikarang Utama memiliki pinjaman uang kepada Pihak ketiga senilai Rp, 5  Miliyar. Namun yang jelas bukan pada Octoduti Rumahorbo dan Albert serta Dadang Sudirman, " Tegas Henry Yosodiningrat dalam Nota Pembelaan terdakwa Anwar dihadapan Majelis hakim.

Terkait dengan hutang / pinjaman Budiman Suriato kepada Pihak Ketiga, Budiman Suriato telah meminta tolong kepada orang yang Bernama Diah Respati (Petty) untuk mencarikan jalan keluarnya atau mencarikan pinjaman kepada Pihak lain untuk membayar hutangnya dengan menjadikan Sertifikat Asset PT Cikarang Indah sebagai jaminan, " isi pembelaan Henry Yosodiningrat.

Oleh Diah Respati ( pety ) bersedia membantu mencarikan pinjaman. Sekitar akhir tahun 2018 atau awal tahun 2019, Kemudian Budiman meminta Antoni dan Charles mengantarkan sertifikat kepada Diah kekantor notaris. Sesampai dinotaris Antoni melihat ada Octo dan Albert selain Diah disana. Lalu Octo dan Albert meminta Antoni dan Charles untuk menyerahkan sertifikat yang dibawa kepada notaris untuk dilakukan pengecekan Sertifikat.

Selanjutnya Budiman Suriato menunggu pembayaran. Setelah ditagih- tagih beberapa kali belum juga diberi pinjaman tersebut oleh Diah Respati, Octoduti Rumahorbo dan Albert. Kemudian Antoni meminta pertanggung jawaban Diah Respati,lalu Diah dipertemukan kepada Dadang Sudirman.

Atas arahan dari Diah Respati, agar dibuat PPJB atas objek tanah dengan Sertifikat HGB 2043 an PT Cikarang Indah antara Budiman Suriato dengan Dadang Sudirman. Setelah diterbitkan PPJB juga tidak ada pembayaran. Belakangan tahu bahwa Octo dan Albert ada membayar kepada Dadang Sudirman dari Diah Respati.

Tentang Sertifikat HGB 2043 an. PT Cikarang Indah oleh Antoni diminta kembali jaminan aset PT Cikarang Indah, karena sudah lama tidak ada realisasi pencairan, tapi saat itu sertifikat PT Cikarang Indah sudah dipegang oleh Notaris Bank. Setelah beberapa lama juga tidak ada pencairan akhirnya kembali Antoni menuntut untuk diambil kembali sertifikatnya.

Kemudian Diah (Petty) memperkenalkan kepada Antoni seorang bos besar miliki plapon besar dibank yakni, Terdakwa Anwar Tanuhadi.

Menurut Tim Penasehat Hukum Terdakwa Anwar Tanuhadi, pihak Joni Halim, Octo dan Albert sebenarnya di perdaya oleh Diah Respatih, Dadang Sudirman dan Budianto. Sebab sekaitan uang Rp4 Milyar yang diberikan Joni Halim kepada Dadang dan Budianto melalui Okto serta Albert tidak ada sampai kepada Budiman Suriato.

Audit investigasi kasus dugaan pemerasan yang dilakukan oknum penyidik Polsek Medan Timur terhadap Anwar Tanuhadi selesai. Hasilnya, Bidang Propam Polda Sumatera Utara menyatakan ada pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh penyidik.

Ini sebagaimana tertulis dalam poin kedua Surat Pemberitahuan Perkembangan  Hasil Pemeriksaan Propam (SP2HP-2) yang diperoleh wartawan dari kuasa hukum ANwar Tanuhadi, Henry Yosodiningrat.

Dalam surat tertanggal 21 Juni 2021 yang ditandatangani Kasubbidwabprof AKBP Dadi Purba, SH., MH itu juga disebutkan selanjutnya pengaduan itu ditingkatkan ke pemeriksaan pendahuluan.

"Sehubungan dengan rujukan tersebut di atas, dijelaskan kepada saudara bahwa Akredtitor Subbidwabprof Propam Polda Sumut telah selesai melakukan Audit Investigasi atas laporan saudara dan telah dilakukan Gelar Perkara dengan kesimpulan, ditemukan dugaan pelanggan Kode Etik Profesi oleh Penyidik selanjutnya dumas saudara ditingkatkan ke Pemeriksaan pendahuluan," demikian tertulis dalam poin ke dua surat bernomor B/628/VI/WAS/2.1/Bidpropam yang ditujukan kepada Law Firm Henry Yosodiningrat.

Menyikapi surat ini, tim Penasehat Hukum ( PH) Anwar Tanuhadi,  Dr.H. KRH Henry Yosodiningrat, SH. MH menyebutkan bahwa benar selama penyidikan, kliennya dizolimi.

"Baru hari ini (Senin, 22 Juni) kami terima. Kami akan lampirkan dalam pembelaan kami," ucap Dr.H. KRH Henry Yosodiningrat, SH. MH. (*)
T#g:
Komentar
Selasa, 21 Sep 2021 20:50 Bisnis

Visit Site dan Outlet Bersama Media, Indosat Ooredoo Buktikan Kekuatan Sinyal dan Kenaikan Penjualan

KETIKERS.COM - Visit Site dan Visit Outlet digelar Indosat Ooredoo Medan dengan mengajak awak media, guna membuktikan kekuatan sinyal dan melihat langsung penjualan produk disalah satu BTS dan ou

Jumat, 17 Sep 2021 17:29 News

Kesaksian Perkara Akta Palsu Sebut Akta Notaris Dibuat Tanpa Sepengetahuan Alm Jong Tjin Boen

KETIKERS.COM -  Sidang dugaan penggelapan harta warisan melalui akta palsu dengan terdakwa David Putra Negoro alias Lim Kwek Liong kembali digelar di ruang Cakra 6 Pengadilan Negeri (PN) Medan, J

Selasa, 14 Sep 2021 19:08 News

Kajari Medan Apresiasi dan Dukung Berdirinya Forwakum Sumut

KETIKERS.COM - Berdirinya Forum Wartawan Hukum Sumatera Utara (Forwakum Sumut) mendapat apresiasi dan dukungan dari Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Medan Teuku Rahmatsyah SH MH. Apresiasi terseb

Selasa, 14 Sep 2021 11:26 News

Rahudman Minta Pemko Medan Fokus Benahi Fasum dan Fasilitas Olahraga di Tasbih

KETIKERS.COM -  Pembenahan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas olahraga di Kota Medan seharusnya menjadi perhatian serius Pemko Medan dalam mendukung slogan Kolaborasi Medan Berkah yang dicanang

Sabtu, 04 Sep 2021 18:09 Ragam

Manjakan Pelanggan di Harpelnas 2021, Indosat Ooredoo Hadirkan Gerai Online dan Ragam Hadiah Menarik

KETIKERS.COM - Indosat Ooredoo dalam memperingati Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2021 melalui kartu saktinya IM3 Ooredoo, menghadirkan inovasi digital terkini GERAI ONLINE Indosat Ooredoo, guna m

Jumat, 03 Sep 2021 17:45 Bisnis

Kabar Gembira...IM3 Ooredoo Beri Kuota Dua Kali Lipat Bagi Pelanggan

KETIKERS.COM -  Provider yang identik dengan warna kuning merah yakni IM3 Ooredoo memberi kabar gembira bagi semua warga Kota Medan dengan benefit kepada para pelanggan setianya.“Ya mulai tangg

Minggu, 08 Agu 2021 19:58 News

Viral..! Sehat Ngaku Positif Covid-19 Tapi Berkeliaran di Warung-warung Makan Ditempat

KETIKERS.COM -  Beberapa video berdurasi pendek menggambarkan aktivitas seorang pria yang terpapar covid-19, namun berkeliaran makan di warung-warung yang ada di Kota Medan membuat warga heboh. P

Minggu, 01 Agu 2021 11:48 News

Manajemen Indosat Ooredoo Medan Berganti, Rendy Meiro Kembali Jabat Marketing Communications

KETIKERS.COM -  Manajemen Indosat Ooredoo Medan mulai dari AVP-Head Of Sales Area Medan hingga Marketing Communications, memasuki awal bulan agustus 2021 mengalami perubahan.Sebelumnya jabatan AV

Kamis, 29 Jul 2021 15:05 News

Para Korban Kasus Investasi Bodong Kecewa, Hakim Tetapkan Terdakwa Kesaksian Palsu Ditangguhkan Penahanannya

KETIKERS.COM -  Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Stabat yang mengadili perkara kesaksian palsu atas kasus investasi bodong, menetapkan penangguhan penahanan bagi terdakwanya yakni Sri Bulana

Selasa, 27 Jul 2021 18:55 Ragam

BLIA Sumut dan Walubi Sumut bersama Polrestabes Medan Salurkan 1200 Paket Sembako Kepada Warga Terdampak PPKM

KETIKERS.COM - Perkumpulan Sinar Buddha Indonesia Sumatera Utara (BLIA Sumut) bergandengan tangan dengan Perwakilan Umat Budha Indonesia (Walubi) Sumut bersama Polrestabes Medan, salurkan bantuan

Senin, 26 Jul 2021 18:18 News

Duh...Kembar Cantik Adukan Kembarannya ke Polisi Gara-gara Facebook

KETIKERS.COM -  Wanita cantik yang juga seorang ibu bernama Rahma Dhana didampingi pengacaranya dari Kantor Hukum Luri Neri Tarigan SH MH & Rekan mendatangi Sentra Pengaduan Masyarakat (Dumas) Po

Kamis, 15 Jul 2021 13:10 News

Sigap Tanggap PPKM Darurat, PN Medan Perketat Prokes

KETIKERS.COM -  Pengadilan Negeri (PN) Medan kembali menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) tindak lanjut atas diterapkannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat di Kota Med

Selasa, 13 Jul 2021 22:37 News

Sambut HBA ke-61, Kejari Siak Gelar Baksos Salurkan Ratusan Paket Sembako

KETIKERS.COM -  Kejaksaan Negeri (Kejari) Siak menggelar rangkaian Bakti Sosial (Baksos) di 121 kampung yang ada di Kabupaten Siak, Riau dalam rangka menyambut Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-61.&n

Kamis, 24 Jun 2021 15:29 News

Bersaksi Palsu di Pengadilan, Kakak Beradik Disidik dan Jadi Tersangka

KETIKERS.COM - Kakak beradik Sri Bulana br Sitepu dan Rosmina br Sitepu harus menanggung  akibat atas kesaksiannya yang diduga palsu saat dihadirkan di Pengadilan Negeri (PN) Stabat, sebagai

Selasa, 22 Jun 2021 20:52 News

Dinilai Tak Bersalah, Anwar Tanuhadi Harus Bebas !

KETIKERS.COM -  Majelis hakim yang diketuai Murni SH diminta untuk membebaskan Anwar Tanuhadi dari segala dakwaan dan tuntutan pidana dikarenakan tak terbukti bersalah melakukan tindak pidana pen

Selasa, 25 Mei 2021 19:29 Ragam

Sebanyak 2.300 Paket Ikan Dibagikan SKIPM Medan II kepada Masyarakat

KETIKERS.COM -  Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Medan II bersama Pemerintah Kota Medan melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tent

Ikuti Kami