• Home
  • News
  • KRH Yosodiningrat Pinta Hakim Tolak Dakwaan Jaksa Atas Kasus ini

PN Medan

KRH Yosodiningrat Pinta Hakim Tolak Dakwaan Jaksa Atas Kasus ini

Administrator Rabu, 07 April 2021 17:54 WIB
KETIKERS.COM - Majelis hakim yang diketuai oleh Murni SH dipinta Dr H KRH Yosodiningrat SH MH agar menolak dakwaan Jaksa Penuntut Umum Candra Priono Naibaho SH dari Kejaksaan Negeri ( Kejari) Medan. Hal tersebut disampaikan Yosodiningrat dalam eksespsinya, dikarenakan ia menilai dakwaan JPU disusun tidak secara jelas dan tidak cermat serta kabur (Obsilebel).

Materi eksepsi tersebut dibacakan Tim Penasehat hukum Anwar Tanuhadi yakni,  Dr.H. KRH Yosodiningrat SH.MH dan kawan- kawan secara bergantian pada  sidang lanjutan yang dilaksanakan diruang sidang ckra9 Pengadilan Negeri ( PN) Medan, Rabu (07/04/2021). 

Selain itu dalam nota eksepsi setebal 28 halaman tersebut, Dr.H. KRH Yosodiningrat SH.MH memaparkan dari 22 peristiwa, hanya 8 peristiwa yang menyebutkan tempat terjadinya peristiwa, diantaranya empat peristiwa terjadi di Jakarta Selatan, dua peristiwa terjadi Medan, satu peristiwa terjadi di tanggerang dan satu peristiwa di suatu wilayah di Jakarta tanpa menyebut kawasan mana tempat itu terjadi dari lima wilayah hukum PN yang ada di DKI Jakarta.

Dr.H.KRH Yosodiningrat SH.MH juga menyoroti terkait pelaporan oleh Joni Halim selaku saksi korban sesuai dengan tanda bukti lapor Polsek Medan Timur, LP/945/X/2019/Restabes Medan/Sek  Medan Timur tertanggal 03 Oktober 2019 yang dilaporkan adalah Dadang Sudirman karena telah melakukan penipuan senilai Rp4 Milliar. 

Dikatakan Dr.H.KRH, bahwa secara jelas dalam hal ini bukan terdakwa yang dikatakan sebagai pelaku penipu atau penggelapan tersebut dijelaskan dalam Laporan polisi melainkan Dadang Sudirman.

Lanjut Dr.H.KRH Yosodiningrat, namun dalam dakwaan JPU menyebutkan Anwar Tanuhadi bersama Ir Diah Respatih K Widi (ditahan dalam perkara yang beda di Rutan Pondok Bambu Jakarta) dan Dadang Sudirman serta Budianto alias Budi (keduanya DPO Polsek Medan Timur).

Nah seharusnya pihak kepolisian terlebih dahulu melakukan penangkapan terhadap Dadang dan kemudian Budi. Barulah melakukan pemeriksaan saksi kepada terdakwa. Namun nyatanya pada 25 Januari 2021 langsung menangkap terdakwa, sehingga perkara ini menjadi 'kabur'.

Sebab dimana pada dakwaan penuntut umum tidak menguraikan perbuatan terdakwa yang dikatakan sebagai perbuatan pidana, dimana pada Senin, 18 Februari 2019 sekitar pukul 10.00 Wib, disebut bahwa Octoduti Saragih Rumahorbo dan Albert menemui Joni Halim dirumahnya Jalan Flores, menyampaikan keinginan Dadang Sudirman untuk memimjam uang senilai Rp4 Milliar yang akan dibayar menjadi Rp6 Milliar dengan jaminan satu set SHGB No.2043, atas nama PT Cikarang Indah (tanda bukti hak) yang terletak di Desa Karang Asih, Kecamatan Cikarang, Bekasi Jabar. Mendengar penjelasan saksi korban Joni Halim menjadi tertarik atas penawaran yang diajukan oleh Dadang, kemudian Joni pun menyerahkan uang Octoduti Saragi Rumahorbo, papar Dr.H.KRH Yosodiningrat dalam eksepsinya dihadapan majelis hakim.

Kemudian pada 22 Februari 2019, di suatu kawasan di Jakarta Selatan, dimana Octoduti bertemu dengan Dadang dan Ir Diah serta Budi, kemudian uang itu diserahkan senilai Rp3 Milliar kepada Dadang dengan cara mentransfer pindah dana ke BCA, selanjutnya Dadang menyerahkan satu set SHGB No.2043, dan dilanjutkan dengan membuat PPJB No.3 pada 22 Februari 2019 antara Dadang dan Octoduti.

"Bila melihat uraian ini maka pihak Pengadilan Negeri Jakarta Selatan lah yang berwenang memeriksa dan mengadili perkara dimaksud,"ucap Ketua Tim Advokat Anwar Tanuhadi.

Sedangkan sisanya senilai Rp1 Milliar diserahkan oleh Octo secara tunai kepada Dadang pada 23 Februari 2019, dengan tanda bukti kwitansi yang saat itu Octo datang bersama Budi.

Dimana Budi menyakinkan Octo bahwa terdakwa bisa mencairkan dana dari Bank menggunakan sertifikat dalam waktu satu bulan paling sedikit mencapai Rp50 Milliar. Dimana terdakwa punya plafon ratusan milliar dimana Bank terdakwa merupakan Group dari Dadang Sudirman, Budianto alias Budi dan Ir Diah Respati K Widi.

"Jadi tidak jelas soal penyerahan tersebut yang tidak menyebutkan locus delicti, baik itu soal penyerahan uang maupun sertifikat SHGB tersebut,"ucap Dr.H.KRH Yosodiningrat.

Oleh karenanya pada tingkat penyidikan maupun penuntutan seharusnya bisa menilai keterangan Octoduti, maka untuk mencari dan menemukan kebenaran materiil dalam perkara ini, harus diperiksa saksi-saksi yang semuanya beralamat di Jakarta untuk mengetahui legalitas dan mekanisme terdakwa sehingga memperoleh seluruh saham PT Cikarang Indah termasuk aset berupa bidang tanah dengan SHGB (yang dijadikan objek dalam dakwaan tindak pidana penadahan), diperolehnya secara sah menurut hukum sesuai prosedur sebagaimana diatur UU.40 Tahun 2007 tentang perseroan terbatas.

Diakhir eksepsinya, Tim PH Anwar Tanuhadi meminta agar majelis hakim menerima eksepsi atau keberatan terdakwa atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum Chandra Priono Naibaho dan menolak atau batal demi hukum dakwaan JPU tersebut.

Sebelum majelis hakim yang diketuai Murni menunda persidangan, terlihat JPU dan PH Anwar Tanuhadi sempat adu 'mulut. Peristiwa ini berawal saat Dr.H.KRH Yosodiningrat SH.MH keberatan terhadap jaksa yang mengatakan dakwaan telah lama diberikan. Hal itu dibantah Tim PH Anwar Tanuhadi, namun JPU berkeras dengan nada tinggi sudah memberikannya. Kemudian kedua belah pihak ditenangkan oleh hakim anggota Deny L Tobing. 

Lalu ketua majelis menanyakan kepada JPU perlu waktu berapa lama untuk menjawab eksepsi dari tim PH terdakwa, Candra ( JPU) meminta waktu sampai Senin, namun Tim PH terdakwa keberatan dengan waktu yang dikatakan JPU tersebut.

Dikatakan Dr.H.KRH Yosodiningrat SH MH kepada majelis, kami diberi waktu menjawab dakwaan hanya satu hari buk hakim yang mulia. Selanjutnya hakim ketua menanyakan kepada JPU untuk menyiapkan jawaban terhadap eksepsi tersebut hari Jumat. JPU tetap meminta waktu sampai hari Senin. Ketika ditanyakan kembali pada JPU, berapa jaksa  menangani perkara ini?.. jawab oleh Candra berdua buk hakim bersama Rambo L Sinurat. 

Akhirnya disepakati pembacaan jawaban atas eksepsi dari Tim Penasehat hukum dilaksanakan Senin tanggal 12 April 2021. Selain itu juga disepakati persidangan dilaksanakan dua kali seminggu. 

Kemudian setelah situasi kondusif, Ketua Majelis Hakim Murni, menunda sidang hingga senin mendatang dengan acara jawaban dari JPU atas eksepsi PH. (*)
T#g:
Komentar
Selasa, 25 Mei 2021 19:29 Ragam

Sebanyak 2.300 Paket Ikan Dibagikan SKIPM Medan II kepada Masyarakat

KETIKERS.COM -  Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Medan II bersama Pemerintah Kota Medan melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tent

Senin, 24 Mei 2021 20:33 News

Diborgol Kenakan Rompi Tahanan, Mantan Sekdaprov Riau Yan Prana Jalani Sidang Lanjutan

Terdakwa Yan Prana saat dibawa dan keluar dari pengadilan, dikawal cukup ketat dengan tangan diborgol serta menggunakan rompi tahanan.

Sabtu, 22 Mei 2021 00:00 News

Kajari Siak Dharmabella Tegaskan Tak Ada Perlakuan Khusus Bagi Para Terdakwa

Tidak ada perlakuan khusus (bagi para terdakwa). Semua terdakwa yang ditahan akan tetap diperlakukan sama

Senin, 10 Mei 2021 15:47 Bisnis

Ini Mengapa Produktivitas Layanan TCK Pelindo 1 Meningkat Dua Kali Lipat

Layanan TCK di Pelabuhan Belawan dengan sistem operasional terpadu, realtime dan mengurangi potensi loss cargo dengan menggunakan teknologi Telescopic Chute pertama di Indonesia

Sabtu, 08 Mei 2021 16:31 Ragam

Beri Bantuan dan Ragam Kegiatan Pelindo 1 Warnai Ramadhan 1442 H

Program Pelindo 1 ini merupakan kewajiban kami baik perusahaan/perorangan untuk memperhatikan lingkungan sekitar terutama kewajiban kepada anak yatim

Jumat, 07 Mei 2021 22:18 Bisnis

Ini Mengapa Pelindo 1 Jalin Kerjasama Dengan Port of Rotterdam & Zhejiang Seaport Group

Pemerintah Republik Indonesia mendukung komitmen Pelindo 1 untuk melakukan akselerasi pengembangan pelabuhan dan kawasan industri di Kuala Tanjung

Jumat, 07 Mei 2021 18:12 Didik

Inalum Gunakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) Jaga Kelestarian Danau Toba

Kondisi penurunan Tinggi Muka Air Danau Toba ini dapat berdampak bagi keberlangsungan ekosistem lingkungan

Rabu, 05 Mei 2021 15:12 Didik

Pelindo 1 Ajak Melek Baca dan Tulis Anak-anak Dusun Kurandak

Pelindo 1 memberikan perlengkapan belajar kepada puluhan anak yang memiliki keterbatasan literasi, untuk menumbuhkan kecintaan pada dunia pendidikan dan maritim

Jumat, 30 Apr 2021 15:10 News

Kerjasama Bidang Datun Antara Pelindo 1 Dengan Jamdatun Ditingkatkan

Kerja sama ini bertujuan untuk mengoptimalkan pelaksanaan tugas dan fungsi Pelindo 1 dan Jamdatun serta meningkatkan efektivitas penanganan dan penyelesaian masalah hukum

Kamis, 29 Apr 2021 15:07 Bisnis

Ekspansi Bisnis ke Batam Dilakukan PT Prima Multi Peralatan

Hosadi Apriza Putra, Direktur Teknik Pelindo 1 menerangkan bahwa pembukaan kantor cabang di Batam, menjadi langkah ekspansi perusahaan dalam memperkuat jaringan bisnis

Kamis, 29 Apr 2021 15:04 Bisnis

Pelindo 1 Kerjasama Industri Smelter Tembaga Guna Pacu Kinerja Kuala Tanjung PIE

Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding / MoU) antara Pelindo 1 melalui anak perusahaannya, PT Prima Pengembangan Kawasan (PPK) dengan Union Resources & Engineering Co., Ltd (UREC) tentang pemanfaatan lahan dan infrastruktur di Kawasan Industri

Jumat, 23 Apr 2021 15:01 Bisnis

Pelindo 1 Dumai Ekspor Isotank ke Port Klang Malaysia

Pelindo 1 Dumai bekerja sama dengan PT Ben Line selaku perwakilan dari pemilik ISO tank yaitu Den Hartogh Asia Pacific

Kamis, 08 Apr 2021 14:56 Ragam

Bantuan Bina Lingkungan Berupa Bangunan Tempat Wudu untuk Panti Asuhan Disalurkan Pelindo 1 Lhokseumawe

Penyaluran bantuan program bina lingkungan ini digunakan untuk membangun tempat wudu di Yayasan Panti Asuhan Raudhatul Jannah

Kamis, 01 Apr 2021 00:00 Bisnis

Pelindo 1 Dumai Catat Tonggak Baru, Ekspor Petikemas Perdana ke Port Klang Malaysia

Ekspor petikemas perdana melalui Pelabuhan Dumai ini ditandai dengan pengiriman 25 box petikemas ke Port Klang, Malaysia pada Minggu, 28 Maret 2021

Selasa, 27 Apr 2021 12:25 News

Fakta Terungkap, Nama Anwar Tanuhadi Tak Pernah Ada Pada Awal Transaksi

KETIKERS.COM -  Fakta bahwa tidak adanya keterlibatan Anwar Tanuhadi diawal proses terjadinya akad pinjaman uang sebesar Rp 4 milyar antara Okto dengan Dadang, terungkap di ruang persidangan Cakr

Senin, 12 Apr 2021 18:10 News

Jawaban Jaksa Atas Nota Keberatan Tanuhadi Dinilai Tidak Spesifik dan Kabur

KETIKERS.COM -  Jawaban Jaksa Penuntut Umum (JPU) Candra Naibaho dinilai sama sekali tidak dapat mematahkan atau membantah nota keberatan atas dakwaan yang telah disampaikan oleh Anwar Tanuhadi m

Ikuti Kami